KARTASURA, PAKUNCARA.ID — Tepat Hari ini 11 September 2026 Kartasura memasuki usia 346 tahun, masyarakat Kartasura meneguhkan kembali komitmen untuk menjaga, merawat, dan melestarikan sejarah serta kebudayaan yang menjadi bagian penting dari identitas kawasan ini. Komitmen tersebut diawali melalui Umbul Dungo, sebuah malam doa bersama yang menjadi pembuka rangkaian Ambal Warso Kartasura ke-346. Kegiatan berlangsung tadi malam dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti sekitar 100 warga Kartasura bersama para ulama, kyai, dan tokoh masyarakat bertempat di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kartasura, Danramil, Kapolsek, KKRA Kuncoro Adiningrat sebagai perwakilan dari Karaton Kasunanan di Kartasura, Mas Ngabehi Surya Hastana Hadiprajanagara selaku Juru Kunci serta para tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan tersebut menjadi simbol kolaborasi dalam merawat perjalanan sejarah Kartasura. Ketua Panitia Ambal Warso Kartasura ke-346, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan peringatan 346 tahun Kartasura sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sejarah dan masa depan Kartasura.
Menurutnya, Umbul Dungo merupakan bentuk rasa syukur sebagai warga Kartasura sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan Ambal Warso dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Sebagai warga Kartasura, kita patut bersyukur. Umbul Dungo ini menjadi ikhtiar kita untuk memanjatkan doa sekaligus menguatkan kebersamaan dalam merawat Kartasura,” ujarnya.
Tanggung Jawab Moril Warga Kartasura
Prof. Rahmawan menegaskan, usia 346 tahun bukan sekadar angka. Perjalanan panjang Kartasura membawa tanggung jawab moral bagi generasi sekarang untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan kebudayaan yang ada. “346 tahun Kartasura berdiri tentu memberikan tanggung jawab moril kepada kita semua untuk menjaga dan melestarikan Kartasura,” tegasnya. Semangat tersebut kemudian dirumuskan dalam tagline “Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga.” Tagline tersebut menjadi spirit utama pelaksanaan Ambal Warso Kartasura ke-346. Seluruh rangkaian kegiatan diupayakan tumbuh dari partisipasi masyarakat, melibatkan warga, dan pada akhirnya memberikan manfaat kembali kepada masyarakat Kartasura.Keterlibatan masyarakat tersebut tercermin dari partisipasi 51 RT dalam rangkaian kegiatan Ambal Warso.Empat Rangkaian UtamaAmbal Warso Kartasura ke-346 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali seni, budaya, ekonomi kreatif, dan kebersamaan masyarakat.
Setidaknya terdapat empat agenda utama yang disiapkan. Pertama, Umbul Dungo, sebagai pembuka rangkaian sekaligus malam doa bersama para ulama, kyai, tokoh masyarakat, dan warga Kartasura. Kedua, Festival Seni, Budaya, dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, seniman, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan potensi serta kreativitas lokal. Ketiga, Bazar UMKM Pasar Tempo Doeloe. Agenda ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produk UMKM dan kuliner tradisional. Keempat, Kirab Kartasura, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026 sebagai salah satu puncak rangkaian Ambal Warso Kartasura ke-346.
Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Ambal Warso Kartasura ke-346 yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Ia menilai keterlibatan warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sekaligus menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan Kartasura. “Ambal Warso ke-346 ini dikelola secara berdikari oleh warga Kartasura. Kami mendukung penuh,” ungkapnya. Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga identitas Kartasura.
Malam Umbul Dungo menjadi momentum awal untuk menyatukan doa dan harapan.
Para ulama, kyai, pimpinan pemerintahan, tokoh masyarakat, serta warga bersama-sama mendoakan Kartasura agar senantiasa diberikan keberkahan dan masyarakatnya semakin guyub dalam membangun masa depan. Dengan semangat “Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga,” Ambal Warso Kartasura ke-346 diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk merawat sejarah, menghidupkan budaya, dan menguatkan ekonomi warga Kartasura.



