SUKOHARJO — Nuansa merah putih menyelimuti kawasan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura pada Minggu, 23 Agustus 2026. Mengusung tema Kemerdekaan, seluruh pedagang dan pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut menghias lapak mereka dengan berbagai ornamen merah putih, bendera, serta simbol-simbol perjuangan dan kemerdekaan Republik Indonesia.
Suasana pasar yang identik dengan nostalgia masa lampau kali ini tampil semakin semarak. Perpaduan antara dekorasi kemerdekaan, kuliner tradisional, dan aktivitas masyarakat menciptakan pengalaman tersendiri bagi ribuan pengunjung yang memadati kawasan Gunung Kunci.
Kemeriahan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci juga mendapat perhatian dari berbagai unsur pimpinan daerah dan akademisi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, serta unsur Forkopimcam Kartasura.
Kehadiran para pimpinan daerah dan perguruan tinggi tersebut menunjukkan semakin kuatnya dukungan terhadap pengembangan kawasan Gunung Kunci sebagai ruang pelestarian sejarah, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
900 Mahasiswa Baru FEBI Ramaikan Kartasura Heritage Funwalk
Semarak Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci tahun ini juga semakin meriah dengan keterlibatan sekitar 900 mahasiswa baru FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam kegiatan Kartasura Heritage Funwalk.
Para mahasiswa menyusuri sejumlah titik bersejarah di wilayah Kartasura. Rute perjalanan dimulai dengan mengenalkan berbagai jejak sejarah dan situs penting, termasuk Petilasan Keraton Kartasura, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Situs Gunung Kunci dan berakhir di kawasan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah dan pengenalan heritage Kartasura kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengenal secara langsung jejak peradaban dan sejarah lokal yang menjadi bagian penting dari identitas Kartasura.
Setibanya di lokasi Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, para peserta dan pengunjung disambut dengan beragam kuliner khas tempo doeloe yang disajikan oleh para pelaku UMKM lokal.

Kuliner Sehat dan Ramah Lingkungan Jadi Daya Tarik
Beragam makanan tradisional menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Kuliner yang disajikan tidak sekadar menghadirkan cita rasa masa lalu, tetapi juga mengedepankan bahan-bahan yang sehat, bergizi, dan berasal dari kekayaan alam lokal.
Para pengunjung tampak antusias menikmati berbagai sajian khas yang membawa nostalgia sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional kepada generasi muda.
Konsep tersebut menjadikan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci lebih dari sekadar pasar kuliner. Pasar ini telah berkembang menjadi ruang perjumpaan antara budaya, sejarah, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM masyarakat.
Dengan tema Kemerdekaan, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci juga menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dapat diwujudkan dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Melestarikan budaya lokal, mendukung produk UMKM, menjaga lingkungan, serta mengenalkan sejarah kepada generasi muda merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui karya nyata.
Antusiasme ribuan pengunjung, dukungan pemerintah daerah, keterlibatan civitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta, serta partisipasi 800 lebih mahasiswa baru FEBI menunjukkan bahwa Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci semakin berkembang sebagai salah satu ruang budaya dan ekonomi kreatif yang memiliki daya tarik kuat di Kabupaten Sukoharjo.



