SUKOHARJO– Upaya pelestarian kebudayaan sekaligus pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukoharjo terus mendapatkan penguatan. Yayasan PAKUNCARA Gunung Kunci secara resmi diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Darmono, SE pada Minggu, 23 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci.
Yayasan PAKUNCARA Gunung Kunci telah resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0030455.AH.01.12 Tahun 2026. Kehadiran yayasan ini menjadi wadah kolaboratif yang berfokus pada pengembangan kebudayaan, pelestarian warisan sejarah, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Yayasan PAKUNCARA menghimpun berbagai elemen strategis, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, ekonom, hingga budayawan. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan program berkelanjutan untuk menjaga sekaligus mengembangkan potensi Gunung Kunci sebagai salah satu kawasan berbasis sejarah dan budaya di Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Darmono mengamanatkan agar keberadaan Yayasan PAKUNCARA tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar mampu mengambil peran dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan Situs Gunung Kunci.
Menurutnya, potensi sejarah dan budaya yang dimiliki kawasan Gunung Kunci harus dikelola secara kreatif dan berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi destinasi desa wisata dan pusat ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peresmian Yayasan PAKUNCARA Gunung Kunci berlangsung di tengah semarak kegiatan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kartasura, yaitu Camat, Kapolsek, dan Danramil, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ribuan pengunjung memadati kawasan Pasar Tempo Doeloe untuk menikmati suasana pasar bernuansa tradisional sekaligus berbagai kuliner khas yang sehat dan ramah lingkungan. Pasar ini tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan kembali kuliner, tradisi, dan kearifan lokal kepada generasi muda.
Konsep Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci juga mengedepankan nilai keberlanjutan melalui penggunaan wadah alami dan upaya mengurangi penggunaan bahan sekali pakai. Praktik tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan lingkungan.
Dengan diresmikannya Yayasan PAKUNCARA Gunung Kunci, pengembangan kawasan Gunung Kunci diharapkan semakin memiliki arah dan kelembagaan yang kuat. Ke depan, yayasan diharapkan mampu menjadi motor penggerak kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas budaya dalam mewujudkan Gunung Kunci sebagai kawasan desa wisata, pusat kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Kehadiran Yayasan PAKUNCARA sekaligus menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada upaya menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat hari ini dan masa depan.
Keywords SEO: Yayasan PAKUNCARA Gunung Kunci, Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Darmono, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, Desa Wisata Sukoharjo, Ekonomi Kreatif Sukoharjo, Situs Gunung Kunci, Wisata Budaya Kartasura.



